Kamis, 13 Februari 2020

Wakil Bupati Way Kanan Serahkan SK Penyuluh Agama Islam Non PNS


Blambangan Umpu (Kemenag-WK)--Wakil Bupati Way Kanan, DR. H. Edward Antony, MM menyerahkan SK kepada Penyuluh Agama Islam Non PNS di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kab. Way Kanan. Penyerahan SK yang dilaksanakan pada hari Rabu, 12 Februari 2020 tersebut sekaligus dilaksanakan pembinaan bagi 112 Penyuluh Agama Islam non PNS tersebut yang dilaksanakan di Aula Amal Bhakti Kantor Kementerian Agama Kab. Way Kanan. Acara tersebut juga dihadiri oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemkab. Way Kanan, H. Selan, S.Sos, MM, Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Way Kanan, dan para pejabat di jajaran Kemenag Kab Way Kanan.

Dalam pengarahannya, Wakil Bupati Way Kanan, menyampaikan selamat kepada seluruh Penyuluh Agama Islam Non PNS yang baru saja menerima SK. Wakil Bupati berharap agar Penyuluh Agama Islam melaksanakan tugas dan fungsinya dengan baik dan maksimal sehingga masyarakat semakin cerdas dan dapat melaksanakan ajaran Agama Islam dengan baik. Selanjutnya, Wakil Bupati Way Kanan dalam arahannya kepada peserta menyampaikan bahwa, Penyuluh Agama Islam Non PNS berperan sebagai corong Kementerian Agama Way Kanan dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Beliau menegaskan bahwa Penyuluh Agama Islam hendaknya tidak hanya menguasai masalah agama saja, tetapi lebih dari itu Penyuluh Agama Islam Non PNS juga dituntut memahami persoalan-persoalan yang lebih luas yang ada di tengah-tengah masyarakat yang menjadi binaannya.

Sementara itu dalam laporannya, Ali Sholihin, S.Pd.I selaku Kasi Bimas Islam Kantor Kemenag Kab. Way Kanan menyampaikan bahwa sesuai Juknis Dirjen Bimas Islam Kemenag RI, bahwa formasi Penyuluh Agama Islam Non PNS untuk Kab. Way Kanan sebanyak 112 orang. Dan 112 orang tersebut ditetapkan SK-nya setelah melalui pelaksanaan tes tertulis dan tes wawancara yang telah dilaksanakan pada tanggal 08-09 Desember 2019 yang lalu. Dari 112 orang itulah hari ini diserahkan SK pengangkatannya, sekaligus diberikan pembinaan. (Humas/TU)


Kamis, 02 Januari 2020

Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri Dibuka Februari 2020

Jakarta (Kemenag-WK) --- Kementerian Agama merilis pelaksanaan Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN) dan Ujian Masuk (UM) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Rilis SPAN-UM PTKIN ini dilakukan oleh Menag Fachrul Razi di Auditorium HM Rasjidi Gedung Kementerian Agama, Jakarta.
Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin dalam laporannya mengatakan bahwa pendaftaran SPAN PTKIN akan dimulai 3-28 Februari 2020. Adapun pendaftaran UM PTKIN akan berlangsung dari 15 April – 29 Mei 2020.
Menurut Kamaruddin, ada lima jalur penerimaan mahasiswa PTKIN. Pertama, seleksi siswa-siswi berprestasi bersama dengan Kemendikbud. “Ini untuk menjaring mahasiswa prodi (program studi) umum yang ada di UIN, seperti kedokteran, kesehatan, Saintek dan lainnya,” kata Kamaruddin di Jakarta, Jumat (20/12).
Kedua, ujian masuk Peguruan Tinggi bersama Kemendikbud. Ini juga dikhususkan bagi seleksi mahasiswa untuk pilihan program studi umum.

Ketiga, jalur SPAN PTKIN. Jalur ini untuk menjaring mahasiswa dari madrasah tanpa seleksi. Jadi penjaringannya tidak tertulis karena berdasarkan prestasi siswa-siswi di sekolah dan madrasah dengan melihat nilai raport dan prestasi lainnya. 
Keempat, jalur UM PTKIN. Proses ini dilaksanakan secara nasional. “Ketua UM-PTKIN tahun 2020 adalah Rektor UIN Bandung dan ini tahun pertama,” papar Kamaruddin.
Kelima, jalur Mandiri. Perguruan Tinggi melakukan ujiannnya sendiri-sendiri, dan hanya 20 persen yang diterima lewat jalur Mandiri. “58 PTKIN secara serentak akan melaksanakan SPAN UM-PTKIN 2020,” kata Kamaruddin.
Kamaruddin menambahkan bahwa PTKIN telah berkontibusi secara fundamental dalam meningakatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) Nasional dan Human Develompment Indonesia. Saat ini, APK Indonesia sudah mencapai 34,5 Persen. Artinya, sebanyak 34,5% anak Indonesia yang berumur 18-23 tahun telah mendapat kesempatan kuliah di perguruan tinggi.
Meski masih kecil, namun menurut Kamaruddin, sudah ada kemajuan luar biasa. Indonesia masih harus memperluas akses masuk perguruan tinggi karena masih tertinggal dari Singapura (82%), Malaysia (39%), Thailand (hampir 40%), dan Korsel (hampir 92%).
“Di Indonesia secara nasional baru 34,5 persen,” tegas Kamaruddin.
Pembangunan Human develompent Indonesia juga mengalami peningkatan, sudah mencapai 71,3%. Secara rata-rata nasional, ini sudah  termasuk tinggi. “Ini semua atas kontribusi PTKI dalam melaksanakan pendidikan di Indonesia,” tegas Kamaruddin.
Sumber: https://kemenag.go.id/berita/read/512417/seleksi-masuk-perguruan-tinggi-keagamaan-islam-negeri-dibuka-februari-2020